Jumat, 05 Agustus 2016

DIAGNOSIS DAN PENGOBATAN TOPIKAL AKNE VULGARIS


Pendahuluan
Akne Vulgaris adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun folikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksinya.4

Akne Vulgaris adalah penyakit umum pada kulit yang menyerang 85-100 % orang.3 Umumnya insiden terjadi pada sekitar umur 14-17 tahun pada wanita, 16-19 tahun pada pria. Pada seorang gadis akne vulgaris dapat terjadi pada premenarke. Setelah masa remaja kelainan ini berangsur berkurang. Namun kadang-kadang, terutama pada wanita, akne vulgaris menetap sampai dekade umur 30-an atau bahkan lebih.4
Penyebab timbulnya akne bisa disebabkan oleh bahan-bahan eksternal seperti beberapa bahan kosmetik atau minyak rambut, obat-obatan juga dapat mencetuskan timbulnya akne termasuk steroid, lithium, antiepileptik, dan iodida. Hiperplasia adrenal kogenital, polikistik ovarium sindrom, dan gangguan endokrin dengan kelebihan hormon androgen dapat memacu timbulnya akne vulgaris. Akne vulgaris bisa juga disebabkan faktor genetik.3Lesi akne vulgaris timbul pada unit pilosebaseus yang terdiri dari kelenjar dan folikel rambut. Unit ini terdapat di seluruh tubuh kecuali pada telapak tangan dan kaki. Densitas pilosebaseus terbanyak pada muka, leher atas, dada, konsentrasinya kira-kira 9 kali lebih tinggi dari daerah lain pada tubuh.1 penyebab utama munculnya akne vulgaris karena meningkatnya produksi sebum dan deskuamasi epitel folikel yang abnormal, akumulasi materi tersebut pada daerah folikel dapat menyebabkan mikro komedo. Pada keadaan tersebut bakteri dapat berproliferasi khususnya Propionibacterium acnes, sehingga terjadi inflamasi pada lesi akne.5 Jadi ada 4 prinsip patogenesis terjadinya akne yaitu 1) Keratinisasi follikular yang abnormal sampai tersumbatnya folikel, 2) Meningkatnya produksi sebum, 3) Proliferasi Pionibacterium acnes dalam sebum dan 4) Terjadinya inflamasi.6
Berikut ini akan dibahas tentang diagnosis dan pengobatan topikal akne vulgaris
Diagnosis (gambaran klinis)
Diagnosis akne ditegakkan dengan gambaran klinik dan dapat ditegakkan tanpa biopsi. Lesi akne vulgaris ditandai dengan :
? komedo terbuka (komedo hitam) dan tertutup (komedo putih), merupakan papul miliar yang ditengahnya mengandung sumbatan sebum.
? papul (kecil, superfisial, inflamasi), peninggian sirkuler pada kulit berwarna merah berisi pus yang tak terlihat.
? pustul (lesi yang berisi pus mengelilingi unit pilosebaseus), peradangan superfisial yang biasanya berisi pus yang berwarana putih atau kuning.
? Makula, bintik merah pada kulit tanpa peninggian, tanpa pus dan ditandai dengan lesi inflamasi.2
Beberapa sistem gradasi tingkat keparahan akne dikemukakan untuk mengevaluasi pengobatan akne. Pillsbury membagi tingkat keparahan akne dalam 4 tingkatan yaitu :
1. Komedo di muka
2. Komedo, papul, pustul, dan peradangan lebih dalam dimuka
3. Komedo papul, pustul ddan peradangan lebih dalam dimuka, dada, pungung
4. Akne Konglobata
Sedangkan menurut Cyril H. Cook dkk, Sebuah sistem gradasi untuk melihat keadaan klinis akne telah ditemukan suatu cara dalam mengevaluasi seluruh keparahan dari akne dengan membuat skala dari 0 sampai 8 (tabel 1).11

Skala grading untuk derajat keparahan
Derajat Keterangan
0 terdiri atas 3 komedo kecil dan
atau papul-papul kecil jika agak tersebar
2 sangat sedikit pustul, atau 3 papul yang inflamasi dan
atau dengan komedo; tak ada lesi yang cukup besar;
lesi tersebut dapat dilihat dari jarak 2,5 m
4 antara derajat 2 dan 6, terdapat lesi eritem
dan inflamasi; membutuhkan pengobatan
6 bersama komedo; tanpa inflamasi; atau
dengan inflamasi; terdapat banyak pustul
dengan ukuran 1-2 cm, dapat dikenali dari jarak 2,5 m
8 akne dengan tipe konglobata, sinus atau kistik;
lesi inflamasi hampir seluruh wajah; pustul juga
ada pada dagu dan leher

Pengobatan
Prinsip umum
Sangat penting memberi tahu pasien bahwa siklus hidup jerawat sampai 8 minggu (bintik hitam dan jaringan skar dapat lebih lama). Oleh karena itu penanganan akne lebih baik mencegah timbulnya lesi baru. Sebagai tambahan pasien sebaiknya diperingatkan pengobatanan ini dapat berlangsung selama satu tahun dan perubahan regimen dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari waktu ke waktu. ditekankan pada pasien bahwa tidak ada pengobatan yang memberi hasil yang sama dari pasien yang satu dengan lainnya.
Secara umum pengobatan sebaiknya dimulai dengan pengobatan topikal, kombinasi antara Benzoil Peroksida (BP) dengan antibiotik topikal seperti erithromisin atau klindamisin merupakan terapi topikal yang paling efektif dari kombinasi lainnya. (tabel 3).2
Pilihan pengobatan antara topikal atau sistemik tergantung dari luas kulit yang terkena dan keparahan lesi. 5

Pengobatan utama pada akne jenis mild sampai moderate
Tujuan Pengobatan Dosis
mengurangi P. Acne benzoyl peroxide (BP) 2,5 – 10%
azelaic acid 20%
Eritromycin 2%
Clindamycin 1%
BP + clindamycin 5% + 1%
merangsang pengelupasan Retinoid 0,025% – 0,1%
salycylic acid 2%
alpha hidroxy acid 15-20%
Tazarotene 0,1%
mengurangi peradangan Retinoid 0,025% – 0,1%
salycylic acid 2%
alpha hidroxy acid -
mengurangi produksi sebum kontrasipsi oral Paket
Retinoid 0,025% – 0,1%

Pada tabel 4 dibawah ini diperlihatkan beberapa strategi yang perlu dipertimbangkan dalam penanganan akne vulgaris.
Langkah strategik dalam penggunaan antibiotik pada pasien akne.5
·  Penggunaan antibiotik secara minimal
·  Penggunaan kombinasi antibiotik dengan retinoid topikal
·  Penghentian antibiotik jika si pasien telah sembuh
·  Terapi perawatan : retinoid topikal + benzoil perokside
·  isotretinoin
Bahan dasar pengobatan topikal
·  Krim diberikan pada pasien dengan kulit kering dan sensitif yang membutuhkan formula yang tidak membuat iritasi dan kulit menjadi kering.
·  Lotion dapat diberikan pada segala jenis kulit dan merata pada kulit yang berambut, tetapi lotion mengandung propilene glycol yang dapat menyebabkan kulit kering dan terasa terbakar.
·  Solution, utamanya digunakan bersama antibiotik topikal yang sering dicampur dengan alkohol. Seperti gel solution bekerja paling baik pada kulit yang berminyak.
·  Gel memiliki efek mengeringkan kulit, pasien dengan tipe kulit berminyak akan merasa nyaman dengan menggunakan bahan ini.1
Perawatan kulit
Pasien sebaiknya memulai perawatan kulit dengan menggunakan bahan yang dapat menyababkan deskuamasi folikular( untuk menghilangkan sumbatan keratun dan komedo), bakteriostatik, mengurangi inflamasi, mencegah kekeringan, dan dapat melindungi dari sengatan sinar matahari. Untuk wanita bisa ditambahkan pembersih (cleansing) dengan antimikroba, eksfoliasi, pelembab dengan zat nonkomedogenik, dengan bahan dasar air, dan melindungi kulit dari sinar UV, terutama jika menggunakan retinoid.2

Agen Topical
Antimikroba
Agen topikal yang terdiri atas antibiotik dan retinoid merupakan terapi utama untuk akne ringan sampai menengah biasa di sajikan dalam sediaan sendiri maupun kombinasi. Antibiotik benzoil perokside efektif menangani P. Acne tersedia dalam konsentrasi (2,5%, 5%, 10%) dan sediaan (krim, gel, lotion, sabun batangan). Eritromisin (1,5%-2%), dan klindamisin (1%) merupakan antibiotik topikal spektrum luas, efektif mengobati akne derajat menengah tapi tak terlalu berefek pada komedo. Antibiotik topikal tersebut dipakai dua kali sehari, klindamisin topikal kira-kira memiliki efek yang sama dengan dengan obat oral tetrasiklin 500 mg.

Bagaimanapun munculnya resistensi merupakan masalah yang sering dihadapi dan direkomendasikan antibiotik topikal tidak digunakan sebagai terapi utama, kecuali jika dikombinasikan dengan Benzoil Perokside atau retinoid topikal. Tersedia kombinasi topikal BP dengan eritromisin atau klindamisin, kombinasi ini memperlihatkan efek yang lebih baik dibanding sediaan tunggal tanpa meningkatkan efek samping.2
Retinoid topikal
Retinoid lebih efektif untuk akne komedo, bukan saja membersihkan mikrokomedo tapi juga berguna untuk pengobatan akne yang meradang. Retinoid memodulasi diferensiasi sel dan keratinisasi dan memiliki efek antiinflamasi langsung atapun tak langsung. Retinoid tersedia dalam sediaan gel atau krim dengan kekuatan obat yang berbeda-beda.2

Klindamisin Topikal
Deskripsi
Rumus bangun klindamisin mirip dengan linkomisin. Perbedaannya hanya pada 1 gugus hidroksil pada linkomisin yang diganti dengan atom Cl. Klindamisin adalah derivat dari linkomisin, terikat pada ikatan 50’s ribosom.7 Klindamisin merupakan kelompok obat antibiotik. Penggunaan topikal membantu dalam mengontrol akne. Klindamisin dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain baik oral maupun topikal untuk akne. Klindamsiin hanya tersedia hanya dengan resep dokter dengan bentuk gel, larutan maupun suspensi.8
Sifat Antimikroba Klindamisin yaitu aktif terhadap beberapa bakteri anaerob, kokkus gram positif dan beberapa protozoa. Enterokkkus pada umumnya lebih resisten. Beberapa organisme gram negatif aerob adalah resisten. Bakteri anaerob yang termasuk adalah P.acne.7

Hal-hal yang diperhatikan sebelum penggunaan obat
·  Alergi
·  Kehamilan, Klindamisin belum pernah diteliti pada wanita hamil tetapi obat ini tidak memperlihatkan kelainan bawaan atau masalah lain pada binatang percobaan.
·  Menyusui, Klindamsin dalam jumlah sedikit diserap melalui kulit. Hal ini memungkinkan klindamisin berada dalam air susu ibu, tetapi belum ada laporan bahwa klindamisin menyebabkan masalah pada bayi yang menyusu.
·  Anak-anak, penelitian klindamisin hanya pernah dilakukan pada pasien dewasa dan tidak ada informasi yang membandingkan penggunaan obat ini pada anak dibawah 12 tahun.
·  Paruh baya, tidak ada penelitian yang pernah dilakukan pada usia ini tetapi obat ini diharapkan tidak memberikan efek samping yang berbeda pada pemberian untuk usia orang dewasa muda.
·  Obat-obatan lain.8
Penggunaan Klindamisin
Sebelum menggunakan obat ini bersihkan daerah yang terkena dengan air hangat dan sabun, bilas dengan baik dan keringkan. Sebaiknya olesi obat ini pada daerah yang biasa terkena akne untukl mencegah munculnya lesi baru. Hindari membasuh muka terlalu sering karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan lesi bertambah parah. Basuh muka cukup 2 atau 3 kali sehari keculi untuk kulit berminyak bisa lebih sering.8
Efek Samping
·  Jarang : Kram abdomen atau perut, nyeri, kembung (parah), diare sampai diare berdarah, demam, haus, mual, muntah, lemas, penurunan berat badan. Efek ini bisa hilang sampai beberapa minggu setelah penghentian obat – Bila timbul efek samping ini hubungi dokter secepat mungkin.
·  Kadang-kadang : ruam kulit, gatal, kemerahan, membengkak. Bila timbul efek samping ini hubungi dokter sebisa mungkin.
Efek samping ringan (tanpa perlu tindakan medis kecuali jika sangat mengganggu)

·  Biasa terjadi : Kulit kering, bersisik, terkelupas.
·  Kadang-kadang : Nyeri perut, diare ringan, iritasi, kulit berminyak, rasa perih dan terbakar.7,8,9,10
Dosis
Sediaan biasanya disajikan dalam dosis 10 mg/ml gel, 10 mg/ml lotion, 10 mg/ml topical solution. Penggunaan 1-2 kali sehari.5

Efektivitas
Pengobatan topikal dipakai dalam pengobatan akne vulgaris dan terbukti sukses, seperti eritromisin, klindamisin, metronidazole, asam azeloik, benzoil perokside, dan kombinasi benzoil perokside dengan klindamisin atau eritromisin. Kombinasi benzoil perokside dengan klindamisin atau eritromisin telah terbukti efektif terutama mereduksi jumlah P.acne.

Pengobatan topikal yang lain
Benzoil Peroxide (BP)
Bersifat bakterisidal dan komedolitik. BP Sebagai agen topikal aktif terhadap P.Acnes. Iritasi pada kulit adalah efek samping yang paling umum. Diberikan dalam berbagai konsentrasi mulai dari 2,5% sampai 10 % .

Asam salisilat
Agen ini menghambat terjadinya komedogenesis yang disebabkan oleh deskuamasi epitel folikular. Diberikan dalam konsentrasi 0,5 sampai 2 % dalam sekali atau dua kali sehari.

Sulfur
Agen ini efektif dalam mengobati lesi inflamasi akne dan bersifat keratolisis meskipun efeknya dapat menyebabkan iritasi.

Azelaic Acid
Azelaic acid efektif terhadap pengobatan akne. Bersifat antibakteri dan anti keratin. Tersedia dalam 20% krim yang diberikan 2 kali sehari untuk membersihkan dan mengeringkan daerah yang terkena.

Tetrasiklin
Tetrasiklin adalah antibiotik dengan spektrum luas yang aktif terhadap bakteri gram positif dan negatif seperti Chlamydia, mycoplasma, riketsia, spirochetes dan beberapa jenis parasit.Efek samping yang ditimbulkan seperti rasa terbakar pada epigastrium, mual, muntah dan kembung.
Retinoid
Retinoid adalah derivat dari vitamin A yang berfungsi memperlambat proses deskuamasi dengan demikian0 menurunkan jumlah komedo dan mikrokomedo. Retinoid efektif sebagai agen komedolitik yang digunakan untuk pengobatan akne sejak 25 tahuin yang lalu.



Conjunctivitis (mata merah)


Ianya disebabkan oleh inflamasi pada selaput konjunctiva mata yang disebabkan oleh bakteria atau virus yang menyerang mata.

Jenis-jenis konjunctivitis

1. Bakteria seperti Staphylococcus, streptococcus, haemophilus influenza

  • 'Catarral'- staphylococcus
  • Pneumococus - jarang berlaku tetapi jika berlaku jangkitan adalah teruk
  • 'Opthalmia neonatrum' - Jangkitan konjunctiva bernanah yang teruk, disebabkan oleh bakteria gonococus ( selalu berlaku kepada bayi yang baru lahir)
2. Virus seperti Herpes simplex, adenovirus

3. Chlamydia, Trachomatis.

4. Kecederaan seperti bahan kimia, ultraviolet radiation 

5. Kekeringan pada selaput mata - kurang penghasilan air mata

6. Allergic Conjunctivitis - disebabkan oleh selaput mata yang alahan kepada sesuatu benda contohnya habuk dan menyebabkannya mengalami inflamasi.

Tanda dan Simptom

1.'Injection'

  • Pengembangan salur darah dipermukaan konjunctiva, menyebabkan mata kelihatan merah.
2. 'Dischages'
  • Lelehan (discaj) keluar dari mata, ciri-ciri lelehan yang keluar adalah bergantung kepada bakteria/virus penyebab jangkitan/ bernanah.
  • Lelehan adalah jelas pada waktu pagi, iaiut selepas bangun selalunya menyebabkan seseorang mengalami kesukaran untuk membuka mata kerana bendalir yang melekit pada kelopak mata dan bulu mata.
  • Air mata yang keluar berlebihan- ia adalah tindak balas normal mata unuk membersihkan kotoran.
3. Merasa tidak selesa pada mata ini disebabkan oleh kesakitan dan lelehan yang berlebihan. Pada awal jangkitan berlaku kegatalan dan sakit tiba-tiba pada mata.

4. 'Photophobia', seseorang juga akan merasa tidak selesa, sakit dan pedih/perit apabila melihat cahaya terang.

5. Kemerahan pada mata.

6. Mata bengkak dan rasa sakit disertai berair.

Pendidikan Kesihatan

  • Selalunya pesakit akan dirawat sebagai pesakit luar sahaja dengan pemberian ubat antibiotik titisan mata;
  • Amalkan mencuci tangan dengan bersih sebelum dan selepas menyentuh mata atau menitiskan ubat pada mata.
  • Elakkan /kurangkan interaksi dengan orang lain kerana ianya mudah berjangkit kepada orang lain melalui sentuhan.
  • Elakkan berkongsi tuala atau tisu dengan orang lain.
  • Tisu yang telah tercemar, sila buang ke tempat yang betul. Jangan letak atau buang merata-rata tempat.
  • Bersihkan dahulu mata dengan air bersih yang telah dimasak menggunakan kapas bersih sebelum membubuh ubat, bagi mengurangkan jangkitan dan menggalakkan kebersihan mata.
  • Pastikan membubuh ubat seperti yang diarahkan- kekerapan penggunaan dan dos ubat.
  • Jika anda diberi tarikh temujanji untuk berjumpa doktor, sila tepati untuk pemeriksaan semula.
INGAT MATA ADALAH ANUGERAH. MATA ADALAH LAMPU SULUH BAGI TUBUH KITA.

Cegah Disfungsi Ereksi dengan Berlari


Ingin berpikir cepat, tulang kuat, tidur nyenyak, terhindar dari impotensi serta berumur panjang? Mudah saja. Berlarilah.

Lari adalah cara mudah dan murah untuk  meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur.  “Banyak manfaat yang diperoleh dari berlari,” kata Joann Manson, kepala pengobatan preventif di Rumah Sakit Brigham, Boston.  

10 manfaat yang dapat diperoleh dari berlari seperti dikutip dari Runner’s World adalah:

1. Mencegah disfungsi ereksi
Pria yang membakar sekurang-kurangnya 3.000 kalori per minggu (setara dengan berlari lima jam dalam seminggu) relatif bebas dari masalah disfungsi ereksi (impotensi).

2. Mempertahankan ketajaman daya ingat
Sebuah studi di Jurnal Geriatri (ilmu kedokteran yang mempelaajari tentang orang tua) Amerika melaporkan bahwa wanita yang aktif layaknya remaja, mengurangi risiko mengidap demensia atau pikun di masa tuanya.

3. Mengurangi infeksi saluran pernapasan
Berdasarkan sebuah studi di Swedia, mereka yang berlatih berlari setidaknya satu jam dalam sehari, terbukti berhasil mengurangi risiko terkena infeksi saluran pernafasan.  Berlari meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.

4.    Meredakan gejala asma
Peneliti menyarankan sejumlah penderita asma untuk berlari secara rutin.  Setelah tiga bulan, napas mereka relatif bersih dan tidak berbunyi.  Mereka pun dapat bernapas panjang, tidak pendek-pendek seperti umumnya penderita asma.

5.    Membuat Anda visioner
Orang yang berlari lebih dari 35 mil per minggu, dapat berpikir lebih panjang dan bervisi, dibanding mereka yang berlari hanya 10 mil per minggu.

6.     Menjaga tekanan darah
Orang yang berlari 10 mil per minggu, relatif bebas dari persoalan tekanan darah dan kolesterol, dibanding mereka yang berlari tidak sampai 3 mil dalam seminggu.

7. Memperpanjang umur
Sebanyak 22 hasil riset menunjukkan bahwa orang yang berlari 2,5 jam per minggu, relatif terhindar dari mati muda, dibanding mereka yang tidak berlari sama sekali.

9. Melatih berpikir cepat
Karyawan-karyawan kantor di Inggris disurvei pada hari di mana mereka berlari dan tidak.  Hasilnya, pada hari ketika mereka melakukan olahraga lari, atasan mereka di kantor mengatakan bahwa mereka hanya berbuat sedikit kesalahan, berkonsentrasi lebih baik, dan bekerja lebih produktif.



10. Membuat tidur lebih nyenyak
Dengan meluangkan waktu untuk berlari, pengidap insomnia berhasil ertidur pada menit ke-17.  Sementara bila mereka tidak berlari, mereka baru bisa tidur sekurang-kurangnya pada menit ke-38.  Pengidap insomnia ini juga tertidur sejam lebih lama jika mereka telah berlari.

11. Memperkuat tulang
Peneliti dari Universitas Missouri mengatakan, berlari terbukti memperkuat tulang secara lebih efektif ketimbang melakukan aktivitas aerobik lainnya.  Sebelumnya, ia telah meneliti kepadatan tulang dari seorang atlet lari dan sepeda.  Hasilnya, 63 persen pesepeda memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah pada tulang punggung dan panggul mereka.  (go4/ICH)

Bagaimana Jantung Kita Bekerja

Bagaimana Jantung Kita Bekerja?

Jantung kita adalah organ yang paling mengagumkan.Tanpa henti memompa oksigen dan nutrisi melaui darah ke seluruh tubuh.Jantung kita berdetak 100 ribu kali per hari atau memompa sekitar 2000 galon per hari.
Ketika berdetak, jantung memompa darah melaui pembuluh-pembuluh darah ke seluruh tubuh. Pembuluh-pembuluh ini sangat elastis dan bisa membawa darah ke setiap ujung organ tubuh kita.
Darah sangat penting karena berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru dan nutrisi ke setiap jaringan tubuh, juga membawa sisa-sisa seperti karbon dioksida keluar dari jaringan-jaringan tubuh
Ada tiga tipe pembuluh darah :
  • Pembuluh arteri : fungsinya mengangkut oksigen melalui darah dari jantung ke seluruh jaringan tubuh, akan semakin mengecil ketika darah melewati pembuluh menuju organ lainnya.
  • Pembuluh kapiler : bentuknya kecil dan tipis, menghubungkan pembuluh arteri dan pembuluh vena. Lapisan dindingnya yang tipis memudahkan untuk dilewati oleh oksigen, nutrisi, karbon dioksida serta bahan sisa lainnya dari dan ke organ sel lainnya.
  • Pembuluh vena : fungsinya menyalurkan aliran darah yang berisi bahan sisa kembali ke jantung jantung untuk dipecahkan dan dikeluarkan dari tubuh. Pembuluh vena semakin membesar ketika mendekati jantung. Bagian atas vena (superior) membawa darah dari tangan dan kepala menuju jantung, sedangkan bagian bawah vena (inferior) membawa darah dari bagian perut dan kaki menuju jantung.
Jaringan pembuluh-pembuluh darah ini sangat luas, jika dibentangkan panjangnya bisa mencapai lebih dari 60 ribu mil.Cukup untuk mengelilingi bumi lebih kali 2 kali !
Jantung kita terletak di sebelah kiri bagian dada, di antara paru-paru, tersarung oleh tulang rusuk. Bagian luaranya terdiri dari otot-otot. Otot-otot tersebut saling berkontraksi dan memompa darah melulai pembuluh arteri. Bagian dalam terdiri dari 4 buah bilik. Dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian kanan dan kiri yang dipisahkan oleh dinding otot yang disebut septum. Bagian kanan dan kiri dibagi lagi menjadi 2 bilik atas yang disebut dengan atria dan dua bilik bawah yang disebut dengan ventricle, yang memompa darah menuju arteri.
Atria dan verticle bekerja secara bersamaan,menyebabkan kontraksi dan relaksasi untuk memompa darah keluar dari jantung. Darah yang keluar dari bilik akan melewati sebuah katup. Terdapat 4 buah katup di dalam jantung. Yaitu mitral, tricuspid, aortic, dan pulmonic (sering juga disebut dengan pulmonary).
Katup-katup ini berfungsi untuk mengatur jalannya aliran darah menuju ke arah yang benar. Tiap katup mempunyai penututup yang disebut leaflets atau cusps. Katup mitral mempunyai 2 buah leaflets , yang lainnya memiliki 3 buah leaflets.
Bagian kanan dan kiri jantung bekerja secara bersamaan membuat suatu pola yang bersambung secara terus menerus yang membuat darah akan terus mengalir menuju jantung paru-paru dan bagian tubuh lainnya.
Bagian kanan :
  • Darah memasuki jantung melalui 2 bagian pembuluh venainferior dan superior yang membawa oksigen kosong dari tubuh menuju ke bagian kanan atrium.
  • Ketika atrium berkontraksi,darah mengalir dari bagian kanan atrium menuju bagian kanan ventricle melalui katup tricuspid.
  • Ketika ventricle penuh,maka katup triscupid akan menutup untuk mencegah darah mengalir kembali ke bagian atria ketikaventricle berkontraksi.
  • Ketika ventricle berkontraksi,darah akan mengalir keluar melalui katup pulmonic menuju arteri dan paru-paru yang mana pada bagian ini darah akan mendapatkan oksigen.
Bagian kiri :
  • Bagian vena pulmonary akan mengosongkan darah yang telah mengandungoksigen dari paru-paru menuju ke bagian kiri atrium
  • Ketika atrium berkontraksi, darah akan mengalir menuju bagianvenricle sebelah kiri melalui katup mitral.
  • Ketika venricle penuh maka katup mitral akan tertutup untuk mencegah darah menggalir kembali ke atrium ketika ventricleberkontraksi.
  • Ketika ventricle berkontraksi maka darah akan meninggalkan jantung melalui katup aortic menuju ke seluruh rubuh

Jumat, 22 Juli 2016

Ke - IPM - an

Pemateri : Ilyas Rozak Hanafi


Diberikan Pada TM 1 SMA Muhammadiyah 1 Metro TA. 2014-2015

MELACAK JEJAK SEJARAH
 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berdiri 18 Juli 1961, hampir setengah abad setelah Muhammadiyah berdiri. Namun demikian, latar belakang berdirinya IPM tidak terlepas kaitannya dengan latar belakang berdirinya Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar ma'ruf nahi mungkar yang ingin metakukan pemurnian terhadap pengamalan ajaran Islam, sekaligus sebagai salah satu konsekuensi dari banyaknya sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader. Oleh karena itulah dirasakan perlu hadirnya Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai organisasi para pelajar yang terpanggit kepada misi Muhammadiyah dan ingin tampil sebagai pelopor, pelangsung penyempurna perjuangan Muhammadiyah.
 Jika dilacak jauh ke belakang, sebenarnya upaya para pelajar Muhammadiyah untuk mendirikan organisasi pelajar Muhammadiyah sudah dimulai jauh sebelum lkatan Pelajar Muhammadiyah berdiri pada tahun 1961. Pada tahun 1919 didirikan Siswo Projo yang merupakan organisasi persatuan pelajar Muhammadiyah di Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Pada tahun 1926, di Malang dan Surakarta berdiri GKPM (Gabungan Keluarga Pelajar Muhammadiyah). Selanjutnya pada tahun 1933 berdiri Hizbul Wathan yang di dalamnya berkumpul pelajar-pelajar Muhammadiyah.
   Setelah tahun 1947, berdirinya kantong-kantong pelajar Muhammadiyah untuk beraktivitas mulai mendapatkan resistensi dari berbagai pihak, termasuk dari Muhammadiyah sendiri. Pada tahun 1950, di Sulawesi (di daerah Wajo) didirikan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, namun akhirnya dibubarkan oleh pimpinan Muhammadiyah setempat. Pada tahun 1954, di Yogyakarta berdiri GKPM yang berumur 2 bulan karena dibubarkan oleh Muhammadiyah. Selanjutnya pada tahun 1956 GKPM kembali didirikan di Yogyakarta, tetapi dibubarkan juga oleh Muhammadiyah (yaitu Majetis Pendidikan dan Pengajaran Muhammadiyah).
Setelah GKPM dibubarkan, pada tahun 1956 didirikan Uni SMA Muhammadiyah yang kemudian merencanakan akan mengadakan musyawarah se-Jawa Tengah. Akan tetapi, upaya ini mendapat tantangan dari Muhammadiyah, bahkan para aktifisnya diancam akan dikeluarkan dari sekolah Muhammadiyah bila tetap akan meneruskan rencananya. Pada tahun 1957 juga berdiri IPSM (Ikatan Pelajar Sekolah Muhammadiyah) di Surakarta, yang juga mendapatkan resistensi dari Muhammadiyah sendiri.
   Resistensi dari berbagai pihak, termasuk Muhammadiyah sendiri, terhadap upaya mendirikan wadah atau organisasi bagi pelajar Muhammadiyah sebenarnya merupakan refleksi sejarah dan politik di Indonesia yang terjadi pada awal gagasan ini digulirkan. Jika merentang sejarah yang lebih luas, berdirinya IPM tidak terlepas kaitannya dengan sebuah background politik ummat Islam secara keseluruhan. Ketika Partai Islam MASYUMI berdiri, organisasi-organisasi Islam di Indonesia merapatkan sebuah barisan dengan membuat sebuah deklarasi (yang kemudian terkenal dengan Deklarasi Panca Cita) yang berisikan tentang satu kesatuan ummat Islam, bahwa ummat Islam bersatu dalam satu partai Islam, yaitu Masyumi; satu gerakan mahasiswa Islam, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI); satu gerakan pemuda Islam, yaitu Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPll); satu gerakan pelajar Islam, yaitu Pelajar Islam Indonesia (Pll); dan satu Kepanduan Islam, yaitu Pandu Islam (PI). Ternyata, kesepakatan bulat organisasi-organisasi Islam ini tidak dapat bertahan lama, karena pada tahun 1948 PSll keluar dari Masyumi yang kemudian diikuti oleh NU yang keluar pada tahun 1952.
Muhammadiyah tetap bertahan di dalam Masyumi sampai Masyumi membubarkan diri pada tahun 1959. Bertahannya Muhammadiyah dalam Masyumi pada akhirnya menjadi mainstream yang kuat  bahwa deklarasi Panca Cita hendaknya ditegakkan demi kesatuan ummat Islam Indonesia. Selain itu, resistensi justru dari Muhammadiyah terhadap gagasan IPM juga disebabkan adanya anggapan yang merasa cukup dengan adanya kantong- kantong angkatan muda Muhammadiyah, seperti Pemuda Muhammadiyah dan Nasyi'atut 'Aisyiyah, yang pada waktu itu cukup bisa mengakomodasikan  kepentingan para pelajar Muhammadiyah.
 Dengan kegigihan dan kemantapan para aktifis pelajar Muhammadiyah pada waktu itu untuk membentuk organisasi kader Muhammadiyah di kalangan pelajar akhirnya mulai didapat titik-titik terang danmulai muncul gejala-gejala keberhasilannya, yaitu ketika pada tahun 1958 Konferensi Pemuda Muhammadiyah Daerah di Garut berusaha melindungi aktifitas para pelajar Muhammadiyah di bawah pengawasan Pemuda Muhammadiyah. Mulai saat itulah upaya pendirian organisasi pelajar Muhammadiyah dilakukan dengan serius, intensif, dan sistematis. Pembicaraan- pembicaraan mengenai perlunya berdiri organisai pelajar Muhammadiyah banyak dilakukan oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. 
Berdasar keputusan Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Garut tersebut yang diperkuat pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-2 pada tanggal 24-28 Juli 1960 di Yogyakarta, diputuskan untuk membentuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah (Keputusan ll/No. 4). Keputusan tersebut antara lain sebagai berikut:
1.Muktamar Pemuda Muhammadiyah meminta  kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majetis   Pendidikan dan Pengajaran supaya memberi  kesempatan dan menyerahkan kompetensi  pembentukan IPM kepada PP Pemuda  Muhammadiyah.
2.Muktamar Pemuda Muhammadiyah meng amanatkan kepada PP Muhammadiyah untuk menyusun konsepsi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dari pembahasan-pembahasan Muktamar tersebut, selanjutnya untuk segera dilaksanakan setelah mencapai kesepakatan pendapat dengan Majetis Pendidikan dan  Pengajaran PP Muhammadiyah .
Kata sepakat akhirnya tercapai antara Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majetis Pendidikan dan Pengajaran tentang pembentukan organisasi pelajar Muhammadiyah. Kesepakatan tersebut dicapai pada tanggal 15 Juni 1961 yang ditandatangani bersama antara Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah MajetisPendidikan  dan Pengajaran. Rencana pendirian IPM tersebut kemudian dimatangkan tagi dalam Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Surakarta tanggal 18 20 Juli 1961. Akhirnya, secara nasional, metalui forum tersebut IPM resmi berdiri dengan penetapan tanggal 18 Juli 1961 sebagai hari kelahiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Berkembangnya IPM menghasilkan perluasan jaringan yang bisa menjangkau seluruh sekolah Muhammadiyah di Indonesia. Pimpinan IPM tingkat ranting didirikan di setiap sekolah Muhammadiyah. Berdirinya IPM di sekolah-sekolah Muhammadiyah ini ternyata kemudian menimbulkan kontradiksi dengan kebijakan pemerintah Orde Baru di dalam UU Keormasan yang menyatakan, bahwa satu- satunya organisasi pelajar di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia hanyalah Organisasi Siswa intra-Sekolah (OSIS). Padahal, di sekolah-sekolah.
Muhammadiyah sudah terdapat organisasi pelajar Muhammadiyah, yaitu IPM. Dengan demikian, ada dualisme organisasi pelajar di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Dualisme itu menimbulkan ketegangan. IPM harus merubah namanya untuk tidak menggunakan kata "Pelajar". Dan ketegangan yang cukup signifikan terjadi ketika Muktamar IPM tahun 1989 yang rencananya dilangsungkan di Medan batal diselenggarakan dan tidak jelas statusnya karena tidak mendapat ijin penyelenggaraan dari pemerintah, atas nama UU Keormasan.
Situasi tidak menentu bagi eksistensi IPM berlanjut selama kurang lebih tiga tahun kemudian. Ketidakjelasan status dan eksistensi yang tidak menguntungkan itu akhirnya mencapai klimaknya pada saat Konferensi Pimpinan Wilayah IPM tahun 1992 di Yogyakarta, dimana Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu (Akbar Tanjung) berkenan menghadiri Konpiwil secara khusus dan secara implisit menyampaikan kebijakan pemerintah kepada IPM, agar IPM melakukan penyesuaian dengan kebijakan pemerintah. Menyikapi himbauan pemerintah tersebut, akhirnya Pimpinan Pusat IPM membentuk Tim Eksistensi yang bertugas untuk menyelesaikan permasalahan ini. Setelah dilakukan pengkajian intensif, Tim Eksistensi ini merekomendasikan perubahan nama dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah.
Perubahan ini bisa jadi merupakan sebuah peristiwa yang tragis dalam sejarah organisasi, karena perubahannya mengandung unsur-unsur kooptasi dari pemerintah. Bahkan ada yang menganggap bahwa IPM tidak memiliki jiwa heroism sebagaimana yang dimiliki oleh Pelajar Islam Indonesia yang tetap tidak mau mengakui Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasinya dan tidak mau mengganti kata Pelajar dari   nama organisasinya, sambil menerima konsekuensi tidak diakui keberadaannya oleh Pemerintah Orde Baru.
Namun, sesungguhnya perubahan nama tersebut, jika ditimbang-timbang, merupakan blessing in disguise (rahmat tersembunyi). Perubahan nama dari IPM ke IRM sebenarnya berpetuang semakin mempertuas jaringan dan jangkauan organisasi ini yang tidak hanya menjangkau pelajar, tetapi juga basis remaja yang lain, seperti kalangan remaja santri, remaja masjid, remaja kampung, dan lain-lain. Dengan demikian,lRM memiliki jangkauan garapan yang lebih luas yakni remaja. IRM dengan garapan yang luas tersebut mempunyai tantangan yang berat karena tanggung jawab moral yang semakin besar.
Gerakan IRM dituntut untuk dapat menjawab persoalan-persoalan keremajaan yang semakin kompleks di tengah dinamika masyarakat yang selatu mengalami perubahan. Keputusan pergantian nama ini tertuang dalam SK Pimpinan Pusat IPM Nomor Vl/PP.lPM/1992, yang selanjutnya disahkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 18 Nopember 1992 metalui SK PP Muhammadiyah Nomor 53/SK-PP/IV.B/1.b/ 1992 tentang pergantian nama Ikatan Pelajar Muhammadiyah menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah. Dengan demikian, secara resmi perubahan IPM menjadi IRM adalah sejak tanggal 18 Nopember 1992.
Reformasi yang terjadi di Indonesia tahun 1998 yang berhasil meruntuhkan pemerintah Orde Baru kemudian mendasari para aktivis IRM untuk memikirkan perubahan kembali nama organisasi menjadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Keinginan untuk mengembalikan nama dari IRM menjadi IPM muncut pertama kali pada Muktamar XII di Jakarta tahun 2000. Pada setiap permusyawaratan Muktamar setanjutnya pun, dialektika pengembalian nama terus bergulir seperti "bola liar" tanpa titik terang. Barulah titik terang itu sedikit demi sedikit muncul pada Muktamar XV IRM di Medan tahun 2006. Pada Muktamar kali ini dibentuk "Tim Eksistensi IRM" guna mengkaji basis massa IRM yang nantinya akan berakibat pada kemungkinan perubahan nama.
Keputusannya IRM kembali menjadi IPM. PP Muhammadiyah akhirnya mendukung keputusan perubahan nama itu dengan  mengeluarkan SK nomenklatur tentang perubahan nama dari Ikatan Remaja Muhammadiyah menjadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah atas dasar rekomendasi Tanwir Muhammadiyah di Yogyakarta tahun 2007. Walaupun sudah ada SK nomenklatur, namun di internal IRM masih mengalami gejotak antara pro dan kontra atas keputusan perubahan   nama tersebut.
 Selanjutnya, Pimpinan Pusat IRM mengadakan konsolidasi dengan seluruh Pimpinan Wilayah IRM se-Indonesia di Jakarta, Juli 2007, untuk membicarakan tentang SK nomenklatur. Pada kesempatan itu, hadir PP Muhammadiyah untuk menjelaskan perihal SK tersebut. Pada akhir sidang, setelah metalui proses yang cukup panjang, forum memutuskan bahwa IRM akan berganti nama menjadi IPM, tetapi perubahan nama itu secara resmi dilaksanakan pada saat Muktamar XVI IRM 2008 di Solo. Konsolidasi gerakan diperkuat lagi pada Konferensi Pimpinan Wilayah (Konpiwil) IRM di Makassar, 26-29 Januari 2008 (sebelum Muktamar XVI di Solo) untuk menata konstitusi baru IPM. Maka dari itu, nama IPM disyahkan secara resmi pada tanggal 28 Oktober 2008 di Solo.

NILAl-NILAl DASAR IPM
1.  Nilai Keislaman (Menegakkan dan menjunjung  tinggi nilai-nilai ajaran Islam). Islam yang dimaksud adalah agama rahmatan til 'alamin yang membawa kebenaran, keadilan, kesejahteraan, dan ketentraman bagi seluruh umat manusia yang bersumber dari Al- Qur'an dan as-Sunnah. Artinya, Islam yang dihadirkan oleh IPM adalah Islam yang sesuai dengan konteks zaman yang selalu berubah-ubah dari satu masa ke masa selanjutnya.
2.Nilai Keilmuan (Terbentuknya pelajar muslim  yang berilmu). Nilai ini menun-jukkan bahwa IPM memiliki perhatian serius terhadap ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan kita akan mengetahui dunia secara luas, tidak hanya sebagian saja. Karena dari waktu ke waktu, ilmu pengetahuan akan terus berkembang dan berubah. IPM berkeyakinan, ilmu  pengetahuan adatah jendela dunia.
3.Nilai Kekaderan (Terbentuknya pelajar muslim  yang militan dan berakhlak mulia). Sebagaiorganisasi kader, nilai ini menjadi konsekuensi  tersendiri bahwa IPM sebagai anak panah Muhammadiyah untuk mewujudkan kader yang  memiliki militansi dalam berjuang. Tetapi  militansi itu ditopang dengan nilai-nilai budi  pekerti yang mulia.
4.Nilai Kemandirian (Terbentuknya pelajar muslim yang terampil). Nilai ini ingin mewujudkan kader-kader IPM yang memiliki jiwa yang independen dan memiliki ketrampilan pada bidang tertentu (skill) sebagai bentuk kemandirian personal dan gerakan tanpa tergantung pada pihak lain.
5. Nilai Kemasyarakatan (Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya/ The Realislamic Society). Nilai kemasyarakatan dalam gerakan IPM berangkat dari kesadaran IPM untuk selalu berpihak kepada cita-cita penguatan masyarakat sipil. Menjadi suatu keniscayaan jika IPM sebagai salah satu ortom Muhammadiyah menyempurnakan tujuan  Muhammadiyah di kalangan pelajar.

JARINGAN STRUKTURAL IPM
 Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang, dan tingkat Ranting. Pimpinan Pusat adalah kesatuan wilayah-wilayah dalam ruang lingkup nasional. Pimpinan Wilayah adalah kesatuan daerah-daerah dalam tingkat propinsi. Pimpinan Daerah adalah kesatuan cabang-cabang dalam tingkat kabupaten/kota. Sedangkan Pimpinan Cabang adatah kesatuan ranting-ranting dalam satu kecamatan. Pimpinan Ranting adalah kesatuan anggota-anggota dalam satu sekolah, desa/kelurahan atau tempat lainnya.
 Saat ini, Ikatan Pelajar Muhammadiyah telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia, dengan 32 Pimpinan Wilayah, 355 Pimpinan Daerah, dan sejumlah Pimpinan Cabang serta Pimpinan Ranting IPM di semua sekolah Muhammadiyah tingkat SLTP dan SLTA.
MANIFESTO GERAKAN KRITIS-TRANSFORMATIF
 Satu semboyan yang sangat monumental dalam perjalanan IPM pada tahun 1990'an awal, Tri-Tertib: "Tertib lbadah, Tertib Belajar dan Tertib Berorganisasi", adalah ruh gerakan dan merupakan cita-cita dan karakter khas yang dimiliki oleh setiap anggota IPM. Paradigma pengembangan diri ini mendapatkan akar pemikirannya pada tradisi developmentalisme yang melihat sebab-musabab berbagaipermasalahan sosial berasal dari kelemahan kultural, modal manusia yang lemah, kurang adanya achievement dan berbagai kekurangan yang dimiliki pelakunya. Pada masa sekarang ini, paradigm pengembangan diri mengalami stagnasi karena sering tidak berhasil mengatasi berbagai masalah sosial yang ada.

  IPM menyempurnakan paradigma gerakannya tidak hanya berkutat pada program-program pengembangan diri tetapi juga memasuki ranah struktur dan sistem sosial yang berlaku. Di sini IPM menempatkan diri sebagai Gerakan Kritis- Transformatif. Gerakan Kritis-Transformatif memiliki tiga pondasi utama: "Penyadaran, Pemberdayaan dan Pembelaan".

STRATEGI GERAKAN KRITIS TRANSFORMATIF
  Strategi perjuangan merupakan cara praktis bagi IPM untuk melakukan gerakan-gerakan riil yang sesuai dengan basisnya. Harapannya, strategi gerakan ini menjadi pintu pembuka agar nilai-nilai yang ada dalam IPM bisa segera dijalankan oleh para pelajar di tingkat sekolah. Dengan strategi ini, IPM bisa menanamkan nilai-nilai perjuangannya kepada parakaderdan anggotanya.
1. Strategi Gerakan Keislaman
 IPM adalah gerakan Islam yang menegakkan nilai-nilai tauhid di muka bumi. Nilai-nilai tauhid yang telah diperjuangkan oleh para nabi sejak Nabi Adam A.S. hingga Muhammad SAW. Tauhid yang berisi ajaran amar ma'ruf (humanisasi dan emansipasi), nahi munkar (liberasi/pembebasan) dan tu'minuna billah (spiritualisasi). Tiga nilai itulah yang menjadi dasar bagi IPM untuk menjadikan  Islam sebagai agama yang transformatif, agama yang kritis terhadap realitas sosial, pro-perubahan, anti-ketidakaditan, anti- penindasan, anti-pembodohan serta memihak pada nilai-nilai kemanusiaan. Singkatnya, itulah yang dinamakan Islam transformatif yang menjadi cara pandang IPM dalam berjuang dan harus tertanam kuat pada setiap diri kader IPM.
   Untuk mewujudkan IPM menjadi gerakan kritis, maka strategi keislaman yang harus kita bangun adalah Islam yang dinamis. Internalisasi Islam transformatif dalam diri kader dan gerakan menjadi syarat muttak. Semakin kader memahami apa itu Islam transformatif, maka semakin radikal (mendalam) pula pemahaman mereka dalam merealisasikan gerakan kritis IPM di ranah perjuangan. Selama kader-kader kita belum memahami apa itu Islam transformatif, maka selama itu pula gerakan kritis IPM akan mengalami stagnasi. Karena pemahaman Islam transformative merupakan dasar bagi terbangunnya ideology gerakan kritis IPM. Untuk membentuk ideology tersebut diperlukan beberapa tahap:
1) Membangun tradisi pengkajian Islam berparadigmakritis-transformatif.
2)Mendistribusikan wacana Islam transformatif secara massif di internal kader di seluruh struktur.
3)Membuat public sphere (ruang publik) sebagai forum dialektika pengetahuan, pemahaman, praktek keberistaman transformatif antar- kader baik dalam bentuk pengajian, diskusi  rutin, atau di ruang maya (internet).

2. Strategi Gerakan Kader
 IPM adalah gerakan kader. Maka kaderisasi nerupakan tugas utama IPM dan juga sebagai media internalisasi nilai-nilai gerakan pada setiap kader. Tanpa adanya kaderisasi, maka menjadi faktor utama lemahnya gerakan. Dengan adanya kaderisasi yang disiplin, sistematik, dan berorientasi futuristik diharapkan mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Dalam kaderisasi yang ideal inilah nilai-nilai Islam kritis-transformatif dapat terus ditanamkan. Untukmerealisasikan tujuan ideal di atas maka dibutuhkan strategi gerakan, yaitu:
1) Disiplin menerapkan pengkaderan dalam setiap  tingkatan.
2) Memperbanyak aktivitas-aktivitas perkaderan,  baik bersifat formal maupun informal.
3)Melakukan pendampingan intensif terhadap  kader-kader.

3. Strategi Gerakan Intelektual
 Karakter intelektual mempunyai ciri berfikir dan bertindak secara ilmu-iman-amal, iman-ilmu- amal, amal-ilmu-amal   secara  dialektis.  Tidak meman-dang remeh salah satu di antara ketiga dimensi tersebut (ilmu-iman-amal), tetapi memandang ketiganya sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi dan harus dimiliki oleh setiap kader. Kader yang mampu mendialektikakan ketiga dimensi itu dalam ranah perjuangan dapat kita sebut sebagai intelek-tual kritistransformatif. Yaitu kader yang bukan hanya pandai berteori atau shaleh ritual atau melakukan kerja-kerja teknis organisatoris saja, tapi kader yang mempunyai wacana pemikiran radikal (mendalam), juga shaleh sosial dan partisipasi aktif mewujudkan perubahan sosial. Kader-kader yang mem-punyai ciri-ciri seperti inilah yang nantinya mampu menjadi pelopor gerakan kritistransformatif. Untuk mewujudkan kader yang mempunyai cirri intelektual kritis-transformatif, maka IPM memerlukan sebuah strategi intelektual. Strategi intelektual ini dapat kita wujudkan dengan berbagai cara, antara lain:
1)   Mentradisikan membaca sebagai aktivitas  wajib kader.
2)Melatih berfikir filosofis atau radikal  (mendalam).
3)Menulis sebagai media untuk menuangkan ide- ide yang ada di dalam pikiran.
4)Membuat ruang dialektika, diskusi, dan sharing sebagai media bertatih berfikir dan bertindak kritis.
5)Merealisaikan pemikiran dalam sebuah tindakan serta merefleksikannya sebagai langkah untuk menteorisasikan kembali pengalaman-pengalaman tapangan yang diperolehnya.
 Dengan menerjemahkan strategi itu, maka niscaya tradisi intelektual kritis di lingkungan IPM akan terbangun. Tradisi intelektual kritis inilah yang akan mempercepat terwujudnya  pelajar yang cinta akan ilmu.

4.StrategiGerakan Budaya
 Sebagai gerakan pelajar, IPM pun harus mampu membangun tradisi kebudayaan yang kritis- transformatif. Budaya kritis-transformatif adalah  budaya yang disemangati oleh nilai-nilai amar ma'ruf, nahi munkar, dan tu'minuna billah. Budaya terbentuk dari tiga unsur; 1) Sistem ide, gagasan, dan pemikiran 2) Sistem tindakan dan 3) Sistem artefak.
Ketiga unsur itu merupakan satu kesatuan dan kesatuan itu harus merepresentasikan nilai- nilai transformatif. Seni merupakan jenis budaya yang cukup strategis untuk dikembangkan di kalangan pelajar serta dijadikan sebagai alat perjuangan bagi IPM. Seni yang mampu membangun kritisme terhadap realitas sosial, menyuarakan kepedihan penindasan dan ketidakadilan, membangun semangat perlawan terhadap kedhaliman serta seni yang mampu menghadirkan Tuhan yang berjuang bersama untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai seni tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk karya lagu, puisi, cerpen, novel, drama, teater, lukisan, poster, kaos, karikatur, monolog dan sebagainya yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman.  Untuk mewujudkankan seni yang kritis dibutuhkan kader-kader yang secara serius mengelutinya. Mereka inilah yang nantinya bertanggungjawab membangun counter culture terhadap hegemoni budaya kapitalis.
Membuat genre baru tentang kebudayaan yang kritis. Tapi yang menjadi perhatian kita adalah, bahwa selama ini kita belum mampu memproduksi artefak- artefak seni budaya yang dikenal dan cukup mempengaruhi masyarakat atau bahkan gerakan kita sendiri. Karena itu, strategi budaya yang dapat kita lakukan adatah:
1. Membangun komunitas seni-budaya yang  bernuansa kritis.
2. Memproduksi artefak-artefak seni danbudaya dalam berbagai hat (lagu, puisi, cerpen, karikatur, lukisan, kaos, poster, pin, sticker, dit.) yang isinya bermuatan nilai-nilai kritis.
3. Mendistribusikan bentuk-bentuk seni dan budaya lokal secara massif di kalangan pelajar.
4. Apresiasi terhadap artefak-artefak tersebut baik untuk kader-kader kita maupun orang lain.

5. Strategi Gerakan Kewirausahaan
-Salah satu bentuk dari kemandirian gerakan IPM adatah adanya keteramplian pada bidang tertentu. Hal ini sebagai bekal kader IPM ke depan maupun organisasi IPM itu sendiri. Dengan bekal kemandirian inilah, IPM mampu mencetak kader yang memiliki bekal mandiri di hidupnya yang akan datang.
Kemandirian itu diwujudkan datam bidang kewirausahaan. Kita masih ingat, kelahiran Muhammadiyah karena para pedagang yang sukses. KHA Dahlan pun seorang pedang. Karena itu, sejak di bangku sekolah, IPM harus mencetak para kader yang memiliki kemandirian dalam hidup. Karena itu, ada beberapa strategi yang harus dicapai dalam strategi gerakan kewirausahaan ini:
1) Menghidupkan dan menumbuhkembangkan koperasi sekolah yang dikelota oleh siswa/ IPM ranting sekolah.
2) Mengadakan forum-forum diskusi tentang dunĂ­a kewirausahaan sebagai bekal dan modal dalam berusaha di masa yang akan datang.
3)   Melakukan kunjungan-kunjungan ke pusat- pusat pemberdayaan ekonomi, agar para siswa mampu belajar kepada perusahaan-perusahaan tersebut.

6. Strategi Gerakan Kemasyarakatan
 Sebagai salah satu gerakan sosial, IPM bercita-cita mengangkat harkat dan martabat manusia (khususnya pelajar) dalam kondisi yang lebih manusiawi, adil, damai, dan sejahtera. Apabila ada dehumanisasi, ketidakaditan, diskriminasi, penindasan, dan pembodohan IRM akan bersuara lantang dan maju ke depan untuk melakukan perubahan, baik itu dengan penyadaran, pendampingan, pemberdayaan, maupun perlawanan. Realitas kedhaliman di bumi ini semakin hari semakin canggih dan tidak kita sadari kehadirannya. Karena itu, IPM harus kritis dalam membaca segala bentuk kedhaliman dalam realitas ini. Bagaimana agar IPM kritis terhadap realitas?
1)Terlibat aktif bersama rakyat dalam pergulatan sosial untuk menemukan problem sosial.
2)Mampu membaca dan mengenali stakeholders (pihak-pihak yang terkait dalam masyarakat) sehingga IPM bisa memetakan posisinya.
3) Dapat menjelaskan bagaimana relasi/hubungan yang terjadi dalam stakeholders dan realitas sosial tersebut, apakah ada yang dirugikan atau ada yang untungkan? Ada yang ditindas-ada yang  menindas? Kalau relasi timpang itu terjadi apa yang harus dilakukan IPM?
4) Melakukan pendidikan politik bagi pelajar secara massif, khususnya tentang apa itu negara, apa tujuannya, serta relasinya dengan rakyat dalam perbincangan politik.
5) Merespon wacana-wacana politik kontemporer dalam perspektif politik advokatif.
6) Melakukan aksi-aksiadvokatif untuk memperjuangkan kepentingan rakyat

AGENDA AKSI
Agenda aksi merupakan bentuk kegiatan konkrit dari strategi yang telah dijelaskan di atas. Agenda aksi bisa dipahami sebagai produk rill dari kegiatan IPM.

1. Pengajian Islam Rutin (PIR)
   Pengajian Islam Rutin atau disingkat PIR merupakan kegiatan rutin tentang dunia Islam dan yang terkait dengannya yang diadakan oleh pengurus IPM Ranting. Kegiatan ini diadakan sebagai penguatan nilai-nilai keislaman yang berwawasan rahmatan til alamin di kalangan pelajar.
   Tujuan PIR adalah mewujudkan pribadi-pribadi kader Muhammadiyah yang militan di kalangan pelajar sehingga memiliki wawasan keislaman yang rahmatan til 'alamin serta manyambung silaturahmi di antara para pelajar dan guru.

2. Sekolah Kader
   Sekolah Kader merupakan suatu proses pendidikan yang disusun secara terpadu meliputi penyadaran, pemberdayaan, dan pembelaan terhadap kader IPM. Berlangsung dalam jangka waktu tertentu setelah perkaderan formal tingkat muda (TM 11). Untuk alumni TM 111 dan TM Utama tidak ada karena, diharapkan langsung mampu berkiprah dalam kancah yang lebih luas. Alasan lain adalah, karena letak geografis yang cukup luas sehingga bisa mengakibatkan ketidakefektifan kegiatan. Selain itu, jika alumni TM I dan TM || masih "dipikirkan", maka alumni TM lll dan TM Utama harus sudah "memikirkan".
  Tujuan Sekolah Kader adalah terbentuknya kader pelopor-ideologis yang memiliki komitmen dan loyalitas tinggi terhadap ikatan, berwawasan luas, berlandaskan akidah Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta mampu menjadi inti penggerak organisasi dan pelangsung tongkat estafeta kepemimpinan IRM  demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

3. Gerakan Iqra
Gerakan Iqra adalah gerakan pembudayaan tradisi membaca dan menulis kepada kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah di seluruh tingkatan. Tujuan gerakan Iqra adalah: 1). Mewujudkan tradisi membaca dan menulis di tubuh ikatan; 2). Mencipkan ruang khusus untuk melakukan diskursus wacana-wacana kontemporer; 3). Mewujudkan kader IPM yang peka dan kritis terhadap realitas; 4). Mewadahi minat dan potensi kader untuk megasah dan mengembangkan IPTEK.


4. Gerakan Budaya Tanding
Gerakan budaya tanding merupakan proses stimulasi kesadaran kritis pelajar dalam menanggapi hegemoni budaya kapitalis-industri media. Gerakan kebudayaan IPM mengarahkan pelajar pada penolakan terhadap bentuk-bentuk budaya konsumtif yang diintroduksikan metalui media-media massa. Media massa sebagai instrumen kebudayaan harus ditanggapi secara kritis karena perannya dalam penanaman nilai-nilai yang akan berimplikasi pada bentuk atau artefak budaya yang dipraktikkan pelajar. Budaya sendiri merupakan struktur yang kompleks dengan mencakup 3 unsur; 1) sistem ide,  gagasan. 2) Sistem tindakan. 3) sistem artefak atau bendawi.
Sementara, gagasan budaya dipandang dalam dua persepsi umum, yakni; pertama, Kebudayaan sebagai hasil cipta rasa dan karsa yanga memiliki estetika dan intelektualitas. Kedua, Kebudayaan merupakan rangkaian perilaku/praktik hidup sehari-hari (realisme sosial) Gerakan budaya tanding IPM berangkat dari problem realitas pelajar yang banyak terpengaruh dari budaya-budaya pop sebagai implikasi dari globalisasi dan teknologi komunikasi. Sehingga, IPM berkewajiban untuk melakukan perlawanan terhadap berbagai bentuk hegemoni yang mampu mereduksi identitas kebangsaan pelajar, baik artefak budayanya maupun corak pikir yang berimplikasi pada perilaku konsumerisme, perilaku kebarat-baratan, maupun kesadaran kritis yang merosot.
Tujuan gerakan budaya tanding adatah: 1). Menciptakan ruang khusus bagi kader untuk melakukan elaborasi wacana budaya pop. 2). Mewujudkan kader IPM yang peka terhadap hegemoni budaya global me-lalui industri media. 3). Mewadahi kader ikatan yang berkonsentrasi pada kajian budaya dalam   Tanfidz Muktamar XVI IRM 20 mengampanyekan gerakan kearifan lokal sebagai sintesis atas budaya global metalui industri media.

5. Gerakan Kewirausahaan
  Kewirausahaan merupakan spirit kemandirian pelajar Muhammadiyah yang harus kita kawal bersama, mengingat kondisi pelajar yang semakin menggantungkan keberlangsungan hidup organisasi (IPM) kepada pihak lain. Hal ini secara berkesinambungan  harus dihilangkan pada setiap level pimpinan selain itu spirit kemandirian adalah mental kebangkitan pelajar baru untuk Indonesia yang berkemajuan.
  Kewirausahaan diprogramkan secara massif sehingga inti dan warna kemandirian terlihat pada level pimpinan ranting yang merupakan trend setter pelajar yang mandiri dan eksis dan merupakan bentuk kelompok sosial elit. Gerakan kewirausahaan wajib disyiarkan secara akbar dan bersama. Gerakan kewirausahaan bermuara pada pelajar untuk memotivasi jiwa kemandirian pelajar (Ranting) serta mampu melepaskan diri dari ketergantungan bentuk pendanaan praktis.
 Tujuan gerakan kewirausahaan: 1).Terwujudnya pelajar yang bermental mandiri dan memiliki spirit perubahan; 2). Memberikan modal keilmuan mengenai enterpreneurship; 3). Pengembangan kegiatan inovatif yang berorientasi pada kemandirian wirausaha pelajar. 


6. Gerakan Advokasi Pelajar
 Pelajar sebagai bagian dari warga Negara dalam kehidupan masyarakat dan bernegara relative termarginalkan, sedikit banyak hanya sebagai korban (objek) kebijakan kekuasaan yang tidak pro pelajar. Meskipun hak-hak pelajar sebagai warga negara sudah dijamin oleh undang-undang, namun
dalam prakteknya, pelajar masih ditempatkan sebagai objek pendidikan. Sehingga tak jarang kita melihat pelajar selalu ditindas dengan berbagai tugas, beban biaya yang tinggi dan model komunikasi yang tidak humanis. Dari berbagai fenomena yang muncul seperti tersebut di atas, maka IPM perlu memberikan sumbangsih terhadap persoalan pendidikan terutama persoalan kepelajaran dalam bentuk pengakomodirian aspirasi dan pembelaan hak-hak pelajar (advokasi pelajar).Gerakan advokasi pelajar adatah gerakan pelajar untuk menjaring aspirasi dan pembelaan hak-hak pelajar menuju pelajar yang berdaulat.
Tujuan dari gerakan advokasi pelajar adalah: 1). Memperjuangkan aspirasi pelajar; 2). Menjaring aspirasi pelajar dan terlibat aktif dalam proses pembuatan kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintah, parlemen, dan masyarakat. 3). Memperjuangkan hak-hak Pelajar; 4). Menjadikan pelajar berani dalam mengeluarkan pendapat.