Jumat, 05 Agustus 2016

DOSIS OBAT ANAK


1.      Amoksisilin  : 50 mg/kgBB/hari
a.       > 10 thn : 250 mg/ 8 jam
b.      < 10 thn : 125 mg/ 8 jam
2.      Ampisilin   :
a.       Infeksi ringan        : 10-25 mg/kgBB/dosis tiap 6 jam
b.      Infeksi berat          : 50 mg/kgBB/dosis tiap 4 jam
3.      CTM à KI : anak < 1 tahun
a.       1-2 thn       : 1 mg/ kali à 2 dosis
b.      2-5 thn       : 1 mg tiap 4-6 jam (DM : 6 mg/ hari)
c.       6-12 thn     : 2 mg tiap 4-6 jam (DM : 12 mg/ hari)
4.      Ciprofloksasin       : 18 thn : 20 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis
5.      Diazepam : 0,2 - 0,5 mg/kgBB à Kejang demam
6.      Gentamisin :
a.       < 2 mgg                 : 3 mg/kgBB/12 jam
b.      2 mgg- 12 thn        : 2 mg/kgBB/8 jam
7.      Kloramfenikol :
a.       < 2 mgg                 : 25 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis
b.      2 mgg-1 thn           : 50 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis
c.       anak                       : 50 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis
8.      Kotrimoksazol :
a.       6 mgg- 5 bln          : 120 mg tiap 12 jam
b.      6 bln-5 thn             : 240 mg tiap 12 jam
c.       6-12 thn                 : 480 mg tiap 12 jam
9.      Metronidazol :
a.       Amubiasis invasif  : 30 mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis
10.  Metokloperamid :
a.       > 30 kg                  : 3x5 mg
b.      20-29                     : 3x2,5 mg
c.       15-19 kg                : 2-3x2 mg
d.      10-14 kg                : 2-3x 1 mg
e.       <10 kg                   : 2x1 mg
11.  Ondasentron                     : > 3 thn : 0,15 mg/kgBB/dosis tiap 4-8 jam
12.  Parasetamol :
a.       < 3 bln                   : 10 mg/kgBB/dosis
b.      3 bln- 1 thn            : 60-125 mg tiap 4-6 jam
c.       1-5 thn                   : 120-250 mg tiap 4-6 jam
d.      6-12 thn                 : 250-500 mg tiap 4-6 jam
13.  Ranitidin ;

a.       Anak                     : 2-4 mg/kgBB/dosis tiap 8-12 jam 

DIAGNOSIS DAN PENGOBATAN TOPIKAL AKNE VULGARIS


Pendahuluan
Akne Vulgaris adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun folikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksinya.4

Akne Vulgaris adalah penyakit umum pada kulit yang menyerang 85-100 % orang.3 Umumnya insiden terjadi pada sekitar umur 14-17 tahun pada wanita, 16-19 tahun pada pria. Pada seorang gadis akne vulgaris dapat terjadi pada premenarke. Setelah masa remaja kelainan ini berangsur berkurang. Namun kadang-kadang, terutama pada wanita, akne vulgaris menetap sampai dekade umur 30-an atau bahkan lebih.4
Penyebab timbulnya akne bisa disebabkan oleh bahan-bahan eksternal seperti beberapa bahan kosmetik atau minyak rambut, obat-obatan juga dapat mencetuskan timbulnya akne termasuk steroid, lithium, antiepileptik, dan iodida. Hiperplasia adrenal kogenital, polikistik ovarium sindrom, dan gangguan endokrin dengan kelebihan hormon androgen dapat memacu timbulnya akne vulgaris. Akne vulgaris bisa juga disebabkan faktor genetik.3Lesi akne vulgaris timbul pada unit pilosebaseus yang terdiri dari kelenjar dan folikel rambut. Unit ini terdapat di seluruh tubuh kecuali pada telapak tangan dan kaki. Densitas pilosebaseus terbanyak pada muka, leher atas, dada, konsentrasinya kira-kira 9 kali lebih tinggi dari daerah lain pada tubuh.1 penyebab utama munculnya akne vulgaris karena meningkatnya produksi sebum dan deskuamasi epitel folikel yang abnormal, akumulasi materi tersebut pada daerah folikel dapat menyebabkan mikro komedo. Pada keadaan tersebut bakteri dapat berproliferasi khususnya Propionibacterium acnes, sehingga terjadi inflamasi pada lesi akne.5 Jadi ada 4 prinsip patogenesis terjadinya akne yaitu 1) Keratinisasi follikular yang abnormal sampai tersumbatnya folikel, 2) Meningkatnya produksi sebum, 3) Proliferasi Pionibacterium acnes dalam sebum dan 4) Terjadinya inflamasi.6
Berikut ini akan dibahas tentang diagnosis dan pengobatan topikal akne vulgaris
Diagnosis (gambaran klinis)
Diagnosis akne ditegakkan dengan gambaran klinik dan dapat ditegakkan tanpa biopsi. Lesi akne vulgaris ditandai dengan :
? komedo terbuka (komedo hitam) dan tertutup (komedo putih), merupakan papul miliar yang ditengahnya mengandung sumbatan sebum.
? papul (kecil, superfisial, inflamasi), peninggian sirkuler pada kulit berwarna merah berisi pus yang tak terlihat.
? pustul (lesi yang berisi pus mengelilingi unit pilosebaseus), peradangan superfisial yang biasanya berisi pus yang berwarana putih atau kuning.
? Makula, bintik merah pada kulit tanpa peninggian, tanpa pus dan ditandai dengan lesi inflamasi.2
Beberapa sistem gradasi tingkat keparahan akne dikemukakan untuk mengevaluasi pengobatan akne. Pillsbury membagi tingkat keparahan akne dalam 4 tingkatan yaitu :
1. Komedo di muka
2. Komedo, papul, pustul, dan peradangan lebih dalam dimuka
3. Komedo papul, pustul ddan peradangan lebih dalam dimuka, dada, pungung
4. Akne Konglobata
Sedangkan menurut Cyril H. Cook dkk, Sebuah sistem gradasi untuk melihat keadaan klinis akne telah ditemukan suatu cara dalam mengevaluasi seluruh keparahan dari akne dengan membuat skala dari 0 sampai 8 (tabel 1).11

Skala grading untuk derajat keparahan
Derajat Keterangan
0 terdiri atas 3 komedo kecil dan
atau papul-papul kecil jika agak tersebar
2 sangat sedikit pustul, atau 3 papul yang inflamasi dan
atau dengan komedo; tak ada lesi yang cukup besar;
lesi tersebut dapat dilihat dari jarak 2,5 m
4 antara derajat 2 dan 6, terdapat lesi eritem
dan inflamasi; membutuhkan pengobatan
6 bersama komedo; tanpa inflamasi; atau
dengan inflamasi; terdapat banyak pustul
dengan ukuran 1-2 cm, dapat dikenali dari jarak 2,5 m
8 akne dengan tipe konglobata, sinus atau kistik;
lesi inflamasi hampir seluruh wajah; pustul juga
ada pada dagu dan leher

Pengobatan
Prinsip umum
Sangat penting memberi tahu pasien bahwa siklus hidup jerawat sampai 8 minggu (bintik hitam dan jaringan skar dapat lebih lama). Oleh karena itu penanganan akne lebih baik mencegah timbulnya lesi baru. Sebagai tambahan pasien sebaiknya diperingatkan pengobatanan ini dapat berlangsung selama satu tahun dan perubahan regimen dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari waktu ke waktu. ditekankan pada pasien bahwa tidak ada pengobatan yang memberi hasil yang sama dari pasien yang satu dengan lainnya.
Secara umum pengobatan sebaiknya dimulai dengan pengobatan topikal, kombinasi antara Benzoil Peroksida (BP) dengan antibiotik topikal seperti erithromisin atau klindamisin merupakan terapi topikal yang paling efektif dari kombinasi lainnya. (tabel 3).2
Pilihan pengobatan antara topikal atau sistemik tergantung dari luas kulit yang terkena dan keparahan lesi. 5

Pengobatan utama pada akne jenis mild sampai moderate
Tujuan Pengobatan Dosis
mengurangi P. Acne benzoyl peroxide (BP) 2,5 – 10%
azelaic acid 20%
Eritromycin 2%
Clindamycin 1%
BP + clindamycin 5% + 1%
merangsang pengelupasan Retinoid 0,025% – 0,1%
salycylic acid 2%
alpha hidroxy acid 15-20%
Tazarotene 0,1%
mengurangi peradangan Retinoid 0,025% – 0,1%
salycylic acid 2%
alpha hidroxy acid -
mengurangi produksi sebum kontrasipsi oral Paket
Retinoid 0,025% – 0,1%

Pada tabel 4 dibawah ini diperlihatkan beberapa strategi yang perlu dipertimbangkan dalam penanganan akne vulgaris.
Langkah strategik dalam penggunaan antibiotik pada pasien akne.5
·  Penggunaan antibiotik secara minimal
·  Penggunaan kombinasi antibiotik dengan retinoid topikal
·  Penghentian antibiotik jika si pasien telah sembuh
·  Terapi perawatan : retinoid topikal + benzoil perokside
·  isotretinoin
Bahan dasar pengobatan topikal
·  Krim diberikan pada pasien dengan kulit kering dan sensitif yang membutuhkan formula yang tidak membuat iritasi dan kulit menjadi kering.
·  Lotion dapat diberikan pada segala jenis kulit dan merata pada kulit yang berambut, tetapi lotion mengandung propilene glycol yang dapat menyebabkan kulit kering dan terasa terbakar.
·  Solution, utamanya digunakan bersama antibiotik topikal yang sering dicampur dengan alkohol. Seperti gel solution bekerja paling baik pada kulit yang berminyak.
·  Gel memiliki efek mengeringkan kulit, pasien dengan tipe kulit berminyak akan merasa nyaman dengan menggunakan bahan ini.1
Perawatan kulit
Pasien sebaiknya memulai perawatan kulit dengan menggunakan bahan yang dapat menyababkan deskuamasi folikular( untuk menghilangkan sumbatan keratun dan komedo), bakteriostatik, mengurangi inflamasi, mencegah kekeringan, dan dapat melindungi dari sengatan sinar matahari. Untuk wanita bisa ditambahkan pembersih (cleansing) dengan antimikroba, eksfoliasi, pelembab dengan zat nonkomedogenik, dengan bahan dasar air, dan melindungi kulit dari sinar UV, terutama jika menggunakan retinoid.2

Agen Topical
Antimikroba
Agen topikal yang terdiri atas antibiotik dan retinoid merupakan terapi utama untuk akne ringan sampai menengah biasa di sajikan dalam sediaan sendiri maupun kombinasi. Antibiotik benzoil perokside efektif menangani P. Acne tersedia dalam konsentrasi (2,5%, 5%, 10%) dan sediaan (krim, gel, lotion, sabun batangan). Eritromisin (1,5%-2%), dan klindamisin (1%) merupakan antibiotik topikal spektrum luas, efektif mengobati akne derajat menengah tapi tak terlalu berefek pada komedo. Antibiotik topikal tersebut dipakai dua kali sehari, klindamisin topikal kira-kira memiliki efek yang sama dengan dengan obat oral tetrasiklin 500 mg.

Bagaimanapun munculnya resistensi merupakan masalah yang sering dihadapi dan direkomendasikan antibiotik topikal tidak digunakan sebagai terapi utama, kecuali jika dikombinasikan dengan Benzoil Perokside atau retinoid topikal. Tersedia kombinasi topikal BP dengan eritromisin atau klindamisin, kombinasi ini memperlihatkan efek yang lebih baik dibanding sediaan tunggal tanpa meningkatkan efek samping.2
Retinoid topikal
Retinoid lebih efektif untuk akne komedo, bukan saja membersihkan mikrokomedo tapi juga berguna untuk pengobatan akne yang meradang. Retinoid memodulasi diferensiasi sel dan keratinisasi dan memiliki efek antiinflamasi langsung atapun tak langsung. Retinoid tersedia dalam sediaan gel atau krim dengan kekuatan obat yang berbeda-beda.2

Klindamisin Topikal
Deskripsi
Rumus bangun klindamisin mirip dengan linkomisin. Perbedaannya hanya pada 1 gugus hidroksil pada linkomisin yang diganti dengan atom Cl. Klindamisin adalah derivat dari linkomisin, terikat pada ikatan 50’s ribosom.7 Klindamisin merupakan kelompok obat antibiotik. Penggunaan topikal membantu dalam mengontrol akne. Klindamisin dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain baik oral maupun topikal untuk akne. Klindamsiin hanya tersedia hanya dengan resep dokter dengan bentuk gel, larutan maupun suspensi.8
Sifat Antimikroba Klindamisin yaitu aktif terhadap beberapa bakteri anaerob, kokkus gram positif dan beberapa protozoa. Enterokkkus pada umumnya lebih resisten. Beberapa organisme gram negatif aerob adalah resisten. Bakteri anaerob yang termasuk adalah P.acne.7

Hal-hal yang diperhatikan sebelum penggunaan obat
·  Alergi
·  Kehamilan, Klindamisin belum pernah diteliti pada wanita hamil tetapi obat ini tidak memperlihatkan kelainan bawaan atau masalah lain pada binatang percobaan.
·  Menyusui, Klindamsin dalam jumlah sedikit diserap melalui kulit. Hal ini memungkinkan klindamisin berada dalam air susu ibu, tetapi belum ada laporan bahwa klindamisin menyebabkan masalah pada bayi yang menyusu.
·  Anak-anak, penelitian klindamisin hanya pernah dilakukan pada pasien dewasa dan tidak ada informasi yang membandingkan penggunaan obat ini pada anak dibawah 12 tahun.
·  Paruh baya, tidak ada penelitian yang pernah dilakukan pada usia ini tetapi obat ini diharapkan tidak memberikan efek samping yang berbeda pada pemberian untuk usia orang dewasa muda.
·  Obat-obatan lain.8
Penggunaan Klindamisin
Sebelum menggunakan obat ini bersihkan daerah yang terkena dengan air hangat dan sabun, bilas dengan baik dan keringkan. Sebaiknya olesi obat ini pada daerah yang biasa terkena akne untukl mencegah munculnya lesi baru. Hindari membasuh muka terlalu sering karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan lesi bertambah parah. Basuh muka cukup 2 atau 3 kali sehari keculi untuk kulit berminyak bisa lebih sering.8
Efek Samping
·  Jarang : Kram abdomen atau perut, nyeri, kembung (parah), diare sampai diare berdarah, demam, haus, mual, muntah, lemas, penurunan berat badan. Efek ini bisa hilang sampai beberapa minggu setelah penghentian obat – Bila timbul efek samping ini hubungi dokter secepat mungkin.
·  Kadang-kadang : ruam kulit, gatal, kemerahan, membengkak. Bila timbul efek samping ini hubungi dokter sebisa mungkin.
Efek samping ringan (tanpa perlu tindakan medis kecuali jika sangat mengganggu)

·  Biasa terjadi : Kulit kering, bersisik, terkelupas.
·  Kadang-kadang : Nyeri perut, diare ringan, iritasi, kulit berminyak, rasa perih dan terbakar.7,8,9,10
Dosis
Sediaan biasanya disajikan dalam dosis 10 mg/ml gel, 10 mg/ml lotion, 10 mg/ml topical solution. Penggunaan 1-2 kali sehari.5

Efektivitas
Pengobatan topikal dipakai dalam pengobatan akne vulgaris dan terbukti sukses, seperti eritromisin, klindamisin, metronidazole, asam azeloik, benzoil perokside, dan kombinasi benzoil perokside dengan klindamisin atau eritromisin. Kombinasi benzoil perokside dengan klindamisin atau eritromisin telah terbukti efektif terutama mereduksi jumlah P.acne.

Pengobatan topikal yang lain
Benzoil Peroxide (BP)
Bersifat bakterisidal dan komedolitik. BP Sebagai agen topikal aktif terhadap P.Acnes. Iritasi pada kulit adalah efek samping yang paling umum. Diberikan dalam berbagai konsentrasi mulai dari 2,5% sampai 10 % .

Asam salisilat
Agen ini menghambat terjadinya komedogenesis yang disebabkan oleh deskuamasi epitel folikular. Diberikan dalam konsentrasi 0,5 sampai 2 % dalam sekali atau dua kali sehari.

Sulfur
Agen ini efektif dalam mengobati lesi inflamasi akne dan bersifat keratolisis meskipun efeknya dapat menyebabkan iritasi.

Azelaic Acid
Azelaic acid efektif terhadap pengobatan akne. Bersifat antibakteri dan anti keratin. Tersedia dalam 20% krim yang diberikan 2 kali sehari untuk membersihkan dan mengeringkan daerah yang terkena.

Tetrasiklin
Tetrasiklin adalah antibiotik dengan spektrum luas yang aktif terhadap bakteri gram positif dan negatif seperti Chlamydia, mycoplasma, riketsia, spirochetes dan beberapa jenis parasit.Efek samping yang ditimbulkan seperti rasa terbakar pada epigastrium, mual, muntah dan kembung.
Retinoid
Retinoid adalah derivat dari vitamin A yang berfungsi memperlambat proses deskuamasi dengan demikian0 menurunkan jumlah komedo dan mikrokomedo. Retinoid efektif sebagai agen komedolitik yang digunakan untuk pengobatan akne sejak 25 tahuin yang lalu.



Conjunctivitis (mata merah)


Ianya disebabkan oleh inflamasi pada selaput konjunctiva mata yang disebabkan oleh bakteria atau virus yang menyerang mata.

Jenis-jenis konjunctivitis

1. Bakteria seperti Staphylococcus, streptococcus, haemophilus influenza

  • 'Catarral'- staphylococcus
  • Pneumococus - jarang berlaku tetapi jika berlaku jangkitan adalah teruk
  • 'Opthalmia neonatrum' - Jangkitan konjunctiva bernanah yang teruk, disebabkan oleh bakteria gonococus ( selalu berlaku kepada bayi yang baru lahir)
2. Virus seperti Herpes simplex, adenovirus

3. Chlamydia, Trachomatis.

4. Kecederaan seperti bahan kimia, ultraviolet radiation 

5. Kekeringan pada selaput mata - kurang penghasilan air mata

6. Allergic Conjunctivitis - disebabkan oleh selaput mata yang alahan kepada sesuatu benda contohnya habuk dan menyebabkannya mengalami inflamasi.

Tanda dan Simptom

1.'Injection'

  • Pengembangan salur darah dipermukaan konjunctiva, menyebabkan mata kelihatan merah.
2. 'Dischages'
  • Lelehan (discaj) keluar dari mata, ciri-ciri lelehan yang keluar adalah bergantung kepada bakteria/virus penyebab jangkitan/ bernanah.
  • Lelehan adalah jelas pada waktu pagi, iaiut selepas bangun selalunya menyebabkan seseorang mengalami kesukaran untuk membuka mata kerana bendalir yang melekit pada kelopak mata dan bulu mata.
  • Air mata yang keluar berlebihan- ia adalah tindak balas normal mata unuk membersihkan kotoran.
3. Merasa tidak selesa pada mata ini disebabkan oleh kesakitan dan lelehan yang berlebihan. Pada awal jangkitan berlaku kegatalan dan sakit tiba-tiba pada mata.

4. 'Photophobia', seseorang juga akan merasa tidak selesa, sakit dan pedih/perit apabila melihat cahaya terang.

5. Kemerahan pada mata.

6. Mata bengkak dan rasa sakit disertai berair.

Pendidikan Kesihatan

  • Selalunya pesakit akan dirawat sebagai pesakit luar sahaja dengan pemberian ubat antibiotik titisan mata;
  • Amalkan mencuci tangan dengan bersih sebelum dan selepas menyentuh mata atau menitiskan ubat pada mata.
  • Elakkan /kurangkan interaksi dengan orang lain kerana ianya mudah berjangkit kepada orang lain melalui sentuhan.
  • Elakkan berkongsi tuala atau tisu dengan orang lain.
  • Tisu yang telah tercemar, sila buang ke tempat yang betul. Jangan letak atau buang merata-rata tempat.
  • Bersihkan dahulu mata dengan air bersih yang telah dimasak menggunakan kapas bersih sebelum membubuh ubat, bagi mengurangkan jangkitan dan menggalakkan kebersihan mata.
  • Pastikan membubuh ubat seperti yang diarahkan- kekerapan penggunaan dan dos ubat.
  • Jika anda diberi tarikh temujanji untuk berjumpa doktor, sila tepati untuk pemeriksaan semula.
INGAT MATA ADALAH ANUGERAH. MATA ADALAH LAMPU SULUH BAGI TUBUH KITA.

Cegah Disfungsi Ereksi dengan Berlari


Ingin berpikir cepat, tulang kuat, tidur nyenyak, terhindar dari impotensi serta berumur panjang? Mudah saja. Berlarilah.

Lari adalah cara mudah dan murah untuk  meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur.  “Banyak manfaat yang diperoleh dari berlari,” kata Joann Manson, kepala pengobatan preventif di Rumah Sakit Brigham, Boston.  

10 manfaat yang dapat diperoleh dari berlari seperti dikutip dari Runner’s World adalah:

1. Mencegah disfungsi ereksi
Pria yang membakar sekurang-kurangnya 3.000 kalori per minggu (setara dengan berlari lima jam dalam seminggu) relatif bebas dari masalah disfungsi ereksi (impotensi).

2. Mempertahankan ketajaman daya ingat
Sebuah studi di Jurnal Geriatri (ilmu kedokteran yang mempelaajari tentang orang tua) Amerika melaporkan bahwa wanita yang aktif layaknya remaja, mengurangi risiko mengidap demensia atau pikun di masa tuanya.

3. Mengurangi infeksi saluran pernapasan
Berdasarkan sebuah studi di Swedia, mereka yang berlatih berlari setidaknya satu jam dalam sehari, terbukti berhasil mengurangi risiko terkena infeksi saluran pernafasan.  Berlari meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.

4.    Meredakan gejala asma
Peneliti menyarankan sejumlah penderita asma untuk berlari secara rutin.  Setelah tiga bulan, napas mereka relatif bersih dan tidak berbunyi.  Mereka pun dapat bernapas panjang, tidak pendek-pendek seperti umumnya penderita asma.

5.    Membuat Anda visioner
Orang yang berlari lebih dari 35 mil per minggu, dapat berpikir lebih panjang dan bervisi, dibanding mereka yang berlari hanya 10 mil per minggu.

6.     Menjaga tekanan darah
Orang yang berlari 10 mil per minggu, relatif bebas dari persoalan tekanan darah dan kolesterol, dibanding mereka yang berlari tidak sampai 3 mil dalam seminggu.

7. Memperpanjang umur
Sebanyak 22 hasil riset menunjukkan bahwa orang yang berlari 2,5 jam per minggu, relatif terhindar dari mati muda, dibanding mereka yang tidak berlari sama sekali.

9. Melatih berpikir cepat
Karyawan-karyawan kantor di Inggris disurvei pada hari di mana mereka berlari dan tidak.  Hasilnya, pada hari ketika mereka melakukan olahraga lari, atasan mereka di kantor mengatakan bahwa mereka hanya berbuat sedikit kesalahan, berkonsentrasi lebih baik, dan bekerja lebih produktif.



10. Membuat tidur lebih nyenyak
Dengan meluangkan waktu untuk berlari, pengidap insomnia berhasil ertidur pada menit ke-17.  Sementara bila mereka tidak berlari, mereka baru bisa tidur sekurang-kurangnya pada menit ke-38.  Pengidap insomnia ini juga tertidur sejam lebih lama jika mereka telah berlari.

11. Memperkuat tulang
Peneliti dari Universitas Missouri mengatakan, berlari terbukti memperkuat tulang secara lebih efektif ketimbang melakukan aktivitas aerobik lainnya.  Sebelumnya, ia telah meneliti kepadatan tulang dari seorang atlet lari dan sepeda.  Hasilnya, 63 persen pesepeda memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah pada tulang punggung dan panggul mereka.  (go4/ICH)

Bagaimana Jantung Kita Bekerja

Bagaimana Jantung Kita Bekerja?

Jantung kita adalah organ yang paling mengagumkan.Tanpa henti memompa oksigen dan nutrisi melaui darah ke seluruh tubuh.Jantung kita berdetak 100 ribu kali per hari atau memompa sekitar 2000 galon per hari.
Ketika berdetak, jantung memompa darah melaui pembuluh-pembuluh darah ke seluruh tubuh. Pembuluh-pembuluh ini sangat elastis dan bisa membawa darah ke setiap ujung organ tubuh kita.
Darah sangat penting karena berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru dan nutrisi ke setiap jaringan tubuh, juga membawa sisa-sisa seperti karbon dioksida keluar dari jaringan-jaringan tubuh
Ada tiga tipe pembuluh darah :
  • Pembuluh arteri : fungsinya mengangkut oksigen melalui darah dari jantung ke seluruh jaringan tubuh, akan semakin mengecil ketika darah melewati pembuluh menuju organ lainnya.
  • Pembuluh kapiler : bentuknya kecil dan tipis, menghubungkan pembuluh arteri dan pembuluh vena. Lapisan dindingnya yang tipis memudahkan untuk dilewati oleh oksigen, nutrisi, karbon dioksida serta bahan sisa lainnya dari dan ke organ sel lainnya.
  • Pembuluh vena : fungsinya menyalurkan aliran darah yang berisi bahan sisa kembali ke jantung jantung untuk dipecahkan dan dikeluarkan dari tubuh. Pembuluh vena semakin membesar ketika mendekati jantung. Bagian atas vena (superior) membawa darah dari tangan dan kepala menuju jantung, sedangkan bagian bawah vena (inferior) membawa darah dari bagian perut dan kaki menuju jantung.
Jaringan pembuluh-pembuluh darah ini sangat luas, jika dibentangkan panjangnya bisa mencapai lebih dari 60 ribu mil.Cukup untuk mengelilingi bumi lebih kali 2 kali !
Jantung kita terletak di sebelah kiri bagian dada, di antara paru-paru, tersarung oleh tulang rusuk. Bagian luaranya terdiri dari otot-otot. Otot-otot tersebut saling berkontraksi dan memompa darah melulai pembuluh arteri. Bagian dalam terdiri dari 4 buah bilik. Dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian kanan dan kiri yang dipisahkan oleh dinding otot yang disebut septum. Bagian kanan dan kiri dibagi lagi menjadi 2 bilik atas yang disebut dengan atria dan dua bilik bawah yang disebut dengan ventricle, yang memompa darah menuju arteri.
Atria dan verticle bekerja secara bersamaan,menyebabkan kontraksi dan relaksasi untuk memompa darah keluar dari jantung. Darah yang keluar dari bilik akan melewati sebuah katup. Terdapat 4 buah katup di dalam jantung. Yaitu mitral, tricuspid, aortic, dan pulmonic (sering juga disebut dengan pulmonary).
Katup-katup ini berfungsi untuk mengatur jalannya aliran darah menuju ke arah yang benar. Tiap katup mempunyai penututup yang disebut leaflets atau cusps. Katup mitral mempunyai 2 buah leaflets , yang lainnya memiliki 3 buah leaflets.
Bagian kanan dan kiri jantung bekerja secara bersamaan membuat suatu pola yang bersambung secara terus menerus yang membuat darah akan terus mengalir menuju jantung paru-paru dan bagian tubuh lainnya.
Bagian kanan :
  • Darah memasuki jantung melalui 2 bagian pembuluh venainferior dan superior yang membawa oksigen kosong dari tubuh menuju ke bagian kanan atrium.
  • Ketika atrium berkontraksi,darah mengalir dari bagian kanan atrium menuju bagian kanan ventricle melalui katup tricuspid.
  • Ketika ventricle penuh,maka katup triscupid akan menutup untuk mencegah darah mengalir kembali ke bagian atria ketikaventricle berkontraksi.
  • Ketika ventricle berkontraksi,darah akan mengalir keluar melalui katup pulmonic menuju arteri dan paru-paru yang mana pada bagian ini darah akan mendapatkan oksigen.
Bagian kiri :
  • Bagian vena pulmonary akan mengosongkan darah yang telah mengandungoksigen dari paru-paru menuju ke bagian kiri atrium
  • Ketika atrium berkontraksi, darah akan mengalir menuju bagianvenricle sebelah kiri melalui katup mitral.
  • Ketika venricle penuh maka katup mitral akan tertutup untuk mencegah darah menggalir kembali ke atrium ketika ventricleberkontraksi.
  • Ketika ventricle berkontraksi maka darah akan meninggalkan jantung melalui katup aortic menuju ke seluruh rubuh